Perangkat lunak sistem atau sistem operasi adalah kumpulan elemen yang terhubung secara kesatuan untuk mengatur dan mengontrol perangkat keras komputer. Dari bahasa Latin dan Yunani, istilah "sistem" diartikan sebagai menggabungkan, mendirikan, dan menempatkan bersama. Sistem ini terdiri dari komponen yang saling terhubung untuk memudahkan aliran informasi.
Perangkat lunak sistem merujuk pada jenis perangkat lunak komputer yang mengatur dan mengontrol perangkat keras sehingga perangkat lunak aplikasi dapat berfungsi dengan baik. Ia merupakan bagian penting dari sistem komputer, contohnya adalah sistem operasi dan pustaka basis data. Perangkat lunak sistem berbeda dengan perangkat lunak aplikasi yang membantu pengguna dalam melakukan tugas spesifik seperti pengolahan kata atau manipulasi gambar.
Perangkat lunak sistem dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu bahasa pemrograman yang mengkonversi arsitektur dan algoritma manusia ke dalam format yang dapat dijalankan komputer, sistem operasi yang mengatur proses komputer dan memberikan output kepada perangkat, serta utilitas yang memiliki fungsi tertentu seperti pemeriksaan perangkat keras dan mengatur isi harddisk. Sistem operasi adalah software yang berperan dalam mengatur segala aktivitas komputer dan memastikan semua perangkat dapat berjalan sebagaimana mestinya. Menurut Abraham Silberschatz, Galvin, Gagne (2003), sistem operasi merupakan perantara antara pengguna dan hardware komputer dengan tujuan untuk memberikan dukungan pada operasi sistem aplikasi dan mengendalikan perangkat komputer.
Melaksanakan program pengguna dan memudahkan dalam menyelesaikan masalahnya. Membuat sistem komputer menjadi mudah untuk digunakan. Menjadikan pengguna hardware komputer menjadi lebih efisien.
Perangkat lunak sistem atau sistem operasi merupakan software yang berfungsi melakukan operasi yang mengurusi tentang segala aktifitas komputer seperti mendukung operasi sistem aplikasi dan mengendalikan semua perangkat komputer agar dapat berjalan selaras dengan fungsinya. Menurut Abraham Silberschatz, Galvin, Gagne (2003), sistem operasi merupakan suatu program yang bertindak sebagai perantara antara pengguna dan hardware komputer. Mereka juga menyatakan bahwa tujuan dari sistem operasi adalah:
Melaksanakan program pengguna dan memudahkan dalam menyelesaikan masalahnya. Membuat sistem komputer menjadi mudah untuk digunakan. Menjadikan pengguna hardware komputer menjadi lebih efisien.
Sistem operasi bekerja untuk mengatur operasi CPU, identifikasi input-output (I/O), tempat penyimpanan (memori) dan segala aktifitas komputer. Sistem operasi mengendalikan semua sumber daya komputer dan menyediakan landasan hingga sebuah program aplikasi dapat ditulis atau dijalankan.Tugas-Tugas Sistem Operasi
Tugas-tugas sistem operasi diantaranya:
1. Menyediakan antarmuka pengguna (user interface), berupa: Melakukan perintah (command-base user interface) dalam bentuk teks. Mengarahkan menu (menu driven). Antarmuka unit grafik (graphical user interface-GUI). Kombinasi ikon dan menu untuk menerima dan melaksanakan perintah.
2. Menyediakan informasi yang berkaitan dengan hardware, yaitu berupa perangkat yang aktif atau pasif, dan mengendalikan perangkat I/O.
3. Melakukan tugas pengolahan dan pengendalian sumber daya dalam sebuah proses sebagai berikut: Multitasking, yaitu melakukan tugas secara serentak atau sekaligus pada aplikasi yang sama maupun berbeda. Multiprocessing, penggunaan atau pemrosesan sebuah program secara serentak oleh beberapa unit CPU. Timesharing, menggunakan sistem komputer yang sama pada banyak pengguna. Multithreading, memproses aktivitas pada bentuk yang sama dengan multitasking tetapi pada aplikasi tunggal. Scalability dan Network, upaya komputer dalam mengendalikan dan meningkatkan kewaspadaan dan keamanan jumlah pengguna dan memperluas pelayanan.
4. Pengelolaan file dan direktori data, yaitu memastikan file-file dalam penyimpanan sekunder tersedia jika diperlukan, dan mengamankan dari pengguna yang tidak diizinkan.
Layanan Sistem OperasiSenuah sistem operasi yang baik harus memiliki layanan berupa eksekusi program, operasi I/O, menipulasi sistem file, komunikasi, dan deteksi kesalahan. Dalam pemakaian secara multiuser sistem dapat lebih menguntungkan yaitu lebih efisien karena pemakaian sumber daya bersama antara pengguna. Sebagai fungsi layanan bersama tersebut maka sistem operasi akan memberikan efisiensi pengguna sistem berupa:
Resource allocator, yaitu mengalokasikan sumber daya ke beberapa pengguna atau pekerjaan yang berkalan pada saat yang bersamaan. Protection, menjamin akses ke sistem sumber daya yang dikendalikan (akses pengguna ke sistem menjadi terkendali) Accounting, yaitu merekam kegiatan pengguna, jatah pemakaian sumber daya (keadilan atau kebijakan)
Eksekusi program merupakan kemampuan sistem untuk memuat program ke memori dan menjalankan program. Pengguna tidak dapat secara langsung mengakses sumber daya hardware, sistem operasi harus menyediakan mekanisme untuk melakukan operasi I/O atas nama pengguna. Manipulasi sistem file adalah kemampuan program untuk melakukan operasi pada file (membaca, menulis, membuat dan menghapus file). Komunikasi adalah pertukaran data atau informasi antar dua atau lebih proses yang berada pada satu komputer (atau lebih). Deteksi kesalahan (error) adalah menjaga kestabilan sistem dengan mendeteksi error hardware maupun operasi.Struktur Sistem OperasiSilberschatz, Galvin, Gagne (2003), berpendapat bahwa umumnya sebuah sistem operasi modern mempunyai komponen sebagai berikut:
Manajemen proses
Proses adalah kondisi ketika sebuah program sedang dijalankan. Sebuah proses membutuhkan sumber daya tertentu untuk menyelesaikan tugasnya, seperti CPU time, memori, file, dan perangkat I/O. Sistem operasi bertanggung jawab atas kegiatan terkait manajemen proses, seperti pembuatan dan penghapusan proses, penundaan atau kelanjutan proses, sinkronisasi proses, komunikasi proses, dan penanganan deadlock.
Manajemen memori utama
Memori utama, atau dikenal sebagai memori, adalah kumpulan besar word atau byte dengan alamat sendiri. Memori utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang diakses oleh CPU atau perangkat I/O. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas manajemen memori, seperti melacak penggunaan memori, memilih program yang akan dimuat ke memori, dan mengalokasikan serta men-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.
Manajemen memori skunder
Data disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan terbatas. Untuk menyimpan seluruh data dan program komputer, diperlukan penyimpanan sekunder yang permanen dan mampu menampung data dalam jumlah besar. Contoh memori skunder adalah hard disk, disket, dan USB flash disk. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas manajemen disk, seperti manajemen ruang kosong, alokasi penyimpanan, dan penjadwalan disk.
Manajemen sistem I/O
Manajemen sistem I/O, atau device manager, menyediakan driver perangkat umum agar operasi I/O seragam. Sistem operasi menyertakan buffer untuk menampung data sementara, spooling untuk penjadwalan I/O yang efisien, dan driver perangkat untuk operasi hardware I/O spesifik.
Manajemen file
File adalah kumpulan informasi sesuai dengan tujuan pembuatnya, sering kali dalam struktur hirarkis. Sistem operasi bertanggung jawab atas pembuatan dan penghapusan file, direktori, manipulasi file dan direktori, pemetaan file ke penyimpanan sekunder, dan pencadangan file ke media permanen.
Sistem proteksi
Proteksi mengontrol akses program, prosesor, atau pengguna ke sumber daya sistem. Mekanisme proteksi harus dapat membedakan pengguna yang diizinkan, menentukan kendali, dan menyediakan alat pengatur.
Jaringan
Sistem distribusi adalah kumpulan prosesor tanpa memori atau clock bersama. Sistem distribusi menggunakan jaringan komunikasi untuk mengakses sumber daya sistem, meningkatkan kecepatan komputer, ketersediaan data, dan keandalan.
Sistem command interpreter
Sistem operasi menunggu instruksi dari pengguna melalui command driven. Program command interpreter membaca dan mengartikan perintah kontrol. Sistem command interpreter bervariasi antar sistem operasi dan disesuaikan dengan teknologi perangkat I/O yang tersedia. Contohnya CLI, Windows, pen-based, dan lainnya.
Klasifikasi Sistem Operasi
Sistem operasi dapat diklasifikasikan berdasarkan skala arsitektur, antarmuka pengguna, pengguna, dan pangsa pasar. Contoh berdasarkan pangsa pasar adalah sistem operasi server/network, desktop, dan handheld.




Komentar :
Posting Komentar